<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207</id><updated>2011-10-02T07:28:39.492-07:00</updated><title type='text'>growingyoung</title><subtitle type='html'>Halaman Riri Riza</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-7302654645772757488</id><published>2009-01-30T01:58:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T02:29:37.827-08:00</updated><title type='text'>Bersenang-senang memfilmkan Drupadi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/SYLVHOSjjqI/AAAAAAAAAEM/hohmEOVztN4/s1600-h/DRUPADI+resize+poster.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: undefinedpx; height: undefinedpx;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/SYLVHOSjjqI/AAAAAAAAAEM/hohmEOVztN4/s320/DRUPADI+resize+poster.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297030431812849314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa beruntung ketika Dian Sastrowardoyo,  Wisnu Darmawan, dan Leila S Chudori mengajak kami (saya dan Mira Lesmana) berjumpa sekitar Maret tahun lalu, untuk membicarakan sebuah proyek film berjudul Drupadi. Fragmen Drupadi ini diambil dari epos Mahabharata yang  di adaptasi dalam bentuk novel oleh RK Narayan. Saya beruntung karena selain belum pernah mendapat kesempatan mengerjakan film dengan bobot drama legenda epik kostum, saya juga terpikat oleh kompleksitas kisah ini. Drupadi yang lahir dari api, kemudian di”agung”kan dengan kesempatan menikahi lima pandawa, dan harus menjalani hidup berwarna tragedi. &lt;br /&gt;Proses bekerja sama bersama  Dian, Leila, Wisnu dan teman teman dari Yayasan Bagong Kussudiardja berjalan sambil kami melakukan pra produksi dan shooting film Laskar Pelangi. Saat Laskar sedang berjalan editing, kami melakukan persiapan final Drupadi di markas padepokan seni Bagong Kussudiardja di Yogya. Diantara puluhan gelas kopi dan puluhan tusuk sate klatak,  dan piring-piring gudeg, serta semua makanan enak karya ibu Ruli, istri mas Butet Kertaredjasa.&lt;br /&gt;Drupadi selesai menjadi film sepanjang 40 menit, dengan dominasi warna merah. Saya senang dengan keheningan diantara drama dan ketegangan film ini. Ada pula perkembangan karakter dan berbagai “kelokan” karakter didalamnya. Saya  sangat menikmati wajah dan kompleks Dian sebagai Drupadi, Niko Saputra sebagai Arjuna, Aryo Bayu sebagai Bima, dan juga Dwi Sasono sebagai Yudhistira. Unsur suara di film ini juga sangat sangat kaya, dengan musik oleh Djaduk Ferianto. Unay Gunnar Nimpuno adalah penata sinematografi handal yang membantu saya menciptakan drama yang bagi sayapun terlihat sangat tak biasa ini (wah jadi narsis saya?).&lt;br /&gt;Drupadi baru diputar untuk publik terbatas di Jiffest, awal Desember 2008. Banyak yang berkomentar dan menulis di media, Eric Sasono, Danarto dan Dahono Fitrianto antara lain.  Sementara Nursyahbani Katjasungkana aktivis perempuan yang anggota DPR, membahas dengan menarik film ini dalam sebuah review yang tentu saja  feminis di Kompas 11 Januari lalu.  Silakan disimak, sambil menunggu film 40 menit ini diputar kembali…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-7302654645772757488?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/7302654645772757488/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=7302654645772757488' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/7302654645772757488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/7302654645772757488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2009/01/bersenang-senang-memfilmkan-drupadi.html' title='Bersenang-senang memfilmkan Drupadi'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/SYLVHOSjjqI/AAAAAAAAAEM/hohmEOVztN4/s72-c/DRUPADI+resize+poster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-543528723551600525</id><published>2008-08-03T05:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-03T06:38:17.022-07:00</updated><title type='text'>MELAYARKAN LASKAR PELANGI</title><content type='html'>&lt;a href="http://bp3.blogger.com/_f_sx1Qr0J_M/SJW0tHzEIqI/AAAAAAAAACg/eYlAuW2vSCc/s1600-h/DSC_0093.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_f_sx1Qr0J_M/SJW0tHzEIqI/AAAAAAAAACg/eYlAuW2vSCc/s320/DSC_0093.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5230285229541040802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saya ingat saat masih mempersiapkan film 3 Hari Untuk Selamanya, beberapa korespondensi email dimulai antara saya dan Andrea Hirata. Ia adalah penulis novel yang menjadi sangat populer sejak menerbitkan tiga seri novel sekaligus, yang nantinya akan semakin dikenal menjadi Tetralogi Laskar Pelangi. &lt;br /&gt;Sejak hari itu, kontak dengan Andrea tidak pernah berhenti hingga pada Juli 2007 saya menghabiskan waktu selama 4 hari di Belitong, sebuah pulau yang sedikit lebih kecil dari Bali di lepas laut Sumatera bagian Selatan. &lt;br /&gt;4 Hari di Juli itu menjadi awal petualangan saya me-layarkan kosmos kehidupan kanak kanak Ikal, Lintang dan Mahar, yang membebaskan...&lt;br /&gt;Shooting film ini selesai awal Juli lalu. Dan niscaya ia menjadi satu film yang tercepat saya selesaikan. Karena kami sudah memiliki jadwal putar pada 25 September 2008 nanti.&lt;br /&gt;Film ini adalah sebuah epic - dalam skala kecil. Kenapa? karena walau ia adalah cerita bertebar lebih dari 10 tahun, namun ia adalah kisah hati kecil beberapa anak miskin dimasa Orde Baru... Indah tapi sekaligus sebuah kisah politik yang saya ingin menjadi film yang bisa saya banggakan...&lt;br /&gt;Shooting di Belitong menyenangkan, semua anak anak lokal yang bermain difilm ini adalah teman teman baru yang luar biasa. Saya juga berkenalan dengan sekian banyak aktor yang belum pernah bekerja sama dengan saya sebelumnya, Cut Mini, Ikranagara, Slamet Rahardjo, dan juga my seasoned starlet Jajang C Noer. &lt;br /&gt;Saya dan Mira Lesmana tentu berharap, this will be one of our best work...  &lt;br /&gt;LASKAR PELANGI IN THEATER NATIONWIDE FROM 25th of SEPTEMBER 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-543528723551600525?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/543528723551600525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=543528723551600525' title='22 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/543528723551600525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/543528723551600525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2008/08/melayarkan-laskar-pelangi.html' title='MELAYARKAN LASKAR PELANGI'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_f_sx1Qr0J_M/SJW0tHzEIqI/AAAAAAAAACg/eYlAuW2vSCc/s72-c/DSC_0093.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-5905857192049461545</id><published>2008-04-01T02:43:00.000-07:00</published><updated>2008-04-01T03:13:28.217-07:00</updated><title type='text'>Karya Film Saya!</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/R_IKEmZboGI/AAAAAAAAACY/MlKadqFNJII/s1600-h/49+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/R_IKEmZboGI/AAAAAAAAACY/MlKadqFNJII/s320/49+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5184217195199832162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;GAGAH BANGET!!!!,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A film by Riri Riza, atau Sebuah Karya Riri Riza...&lt;br /&gt;Sesungguhnya tidak ada satupun karya film yang telah saya buat adalah karya pribadi saya. &lt;br /&gt;Tapi telah menjadi konvensi publik bahwa film untuk tujuan promosi dan publikasi disebut seolah bagaikan karya pribadi dari sutradaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berencana menuliskan beberapa entry khusus mengenai film saya yang bisa menjadi bahan acuan pembaca halaman ini. Sebagian diambil dari katalogus festival film, sebagian lagi diambil dari Katalog Film Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak mengurangi rasa hormat dan terima kasih saya pada Mira Lesmana, para Penulis skenario,  dan teman teman crew yang ikut mencipta film film saya....Izinkan saya memperkenalkanlah beberapa film film saya di blog ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-5905857192049461545?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/5905857192049461545/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=5905857192049461545' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/5905857192049461545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/5905857192049461545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2008/04/karya-film-saya.html' title='Karya Film Saya!'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/R_IKEmZboGI/AAAAAAAAACY/MlKadqFNJII/s72-c/49+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-6731602033252646046</id><published>2007-10-22T08:12:00.000-07:00</published><updated>2007-10-22T20:39:53.226-07:00</updated><title type='text'>Satu Bulan Tiga Sinematek</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RxzBHsVOX2I/AAAAAAAAACM/UPnNwxL9gWo/s1600-h/Sinematek.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RxzBHsVOX2I/AAAAAAAAACM/UPnNwxL9gWo/s320/Sinematek.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5124182813944209250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama beberapa teman saya menggagas berdirinya sebuah kelompok yang akan kami sebut Lingkar Sahabat Sinematek, sebuah lembaga swadaya yang berkeinginan membantu menyelesaikan persoalan persoalan dan tantangan jangka panjang dari Sinematek Indonesia (selanjutnya saya sebut S.I saja).  S.I adalah lembaga yang didirikan sejak 1975 atas inisiatif bersama beberapa tokoh senior perfilman antara seperti Misbach Yusa Biran dan Asrul Sani, dan didukung oleh gubernur DKI Jakarta kala itu Ali Sadikin. Visi-nya adalah melakukan pengarsipan yang terstruktur terhadap segala sesuatu yang terkait dengan perfilman Indonesia. Baik itu materi film (di S.I masih tersimpan copy positif Darah dan Doa karya Usmar Ismail) Poster Film (mereka menyimpan pula poster poster film seperti film Tiga Dara) dan berbagai barang cetakan lain seperti still foto maupun berbagai terbitan yang juga disimpan dalam perpustakaan mereka.&lt;br /&gt;Kenapa kami tergerak membentuk Lingkar Sahabat Sinematek?. Sejak didirikan dana operasional SI sepenuhnya hanya ditanggung oleh Yayasan Pusat Perfilman Usmar Ismail. YPPHUI ini adalah lain didirikan pula bersamaan di tahun 1975 walau telah beberapa kali berganti nama. Yayasan ini mengandalkan beberapa jenis usaha yaitu menyewakan ruang ruang di gedung PPHUI kuningan dan menyelenggarakan kursus keterampilan perfilman melalui yayasan SDM Citra. Jelas Sinematek adalah sebuah upaya yang luhur namun memiliki konsekuensi biaya. Contohnya adalah keberadaan Film Vault (ruang simpan film) dimana copy film dalam bentuk  film seluloid negative maupun positive disimpan,  memerlukan suhu ruang berpendingin dengan kelembaban yang konsisten.  Dengan kondisi film Vault seperti ini praktis copy film dapat bertahan sampai 400tahun. Di S.I film vault berada pada suhu 12 derajat dan tidak memiliki alat pengendali kelembaban. Film koleksi S.I sangat mengkhawatirkan kondisinya. &lt;br /&gt;Upaya lain yang perlu dilakukan adalah memulai proses digitalisasi koleksi sinematek, agar publik dapat dengan tepat melakukan akses terhadap koleksi. Selama ini koleksi sinematek dapat diakses secara sangat terbatas dalam koleksi video yang ada disana, atau melalui pemutaran yang diupayakan oleh insitusi seperti Kineforum DKJ di Tim. Namun tentu akses yang memadai akan menambah peran sinematek dimasa depan.  &lt;br /&gt;Lingkar Sinematek diharapkan dapat menjadi sebuah lembaga yang mengupayakan proses berkelanjutan untuk menjadikan Sinematek Indonesia sebuah Sinematek yang ideal. &lt;br /&gt;Seperti apa yang ideal?&lt;br /&gt;Saat saya berkunjung ke Fukuoka saya diundang pula mengunjungi Fukuoka Film Archive, yang mengkoleksi dua film saya yaitu Gie dan 3 Hari untuk Selamanya. FFA adalah bagian dari Fukuoka City Public Library, sebuah institusi yang sangat kuat berdiri di satu sudut terbaik kota fukuoka berdampingan dengan City Art Gallery. Oleh salah seorang penjabat disana saya diantar dalam sebuah tur, mengunjungi fasilitas utama yaitu Film Vault. FFA memiliki sebuah vault dengan sistem filing modern yang dapat digerakkan melalui mekanisme sederhana. Ruangan ini memiliki sistem pendingin konstan 5 derajat selsius, dengan alat pengatur kelembaban yang memastikan bahwa kelembaban 40 % bisa terus terjaga. Dengan demikian bagian teknik archive ini cukup ditangani oleh dua orang saja, karena perawatan menjadi sangat minim, sepanjang konsistensi temperatur terjaga. &lt;br /&gt;Akses publik terhadap 800an judul koleksi FAF dilakukan di sebuah auditorium pemutaran bernama Cine-La berkapasitas 300 orang. Hari itu diputarkan sebuah film karya klasik maestro jepang Tomu Uchida "The cursed sword and the massacre at Yoshiwara". Film tersebut berkisah tentang seorang buruk rupa yang kaya raya diera samurai, yang bergulat dengan godaan seorang geisha yang memberinya harapan cinta, dan mempertaruhkan eksistensinya. Film tahun 1958 tersebut, diputar dengan kualitas print yang menakjubkan. Mulus dengan kontras yang baik begitu pula kualitas suaranya. Di ruang pemutaran ini, banyak koleksi yang dibiarkan tidak menggunakan subtitle bahasa inggris. Subtitle dipancarkan melalui proyeksi digital dengan sistem sinkronisasi tertentu. Mereka percaya pula bila film celuloid melewati proses subtitle laser yang menggunakan cairan kimia, akan mengalami stress yang membuat kualitasnya menjadi lebih ringkih. Projector film di auditorium ini ada pula yang memiliki kecepatan putar yang dapat dikendalikan khusus untuk film film tua. &lt;br /&gt;Copy positive seluloid film saya Eliana eliana, Gie, dan 3 Hari untuk Selamanya, saat ini tersimpan aman di 2 sinematek terpisah di Jepang,  di Film Archive Fukuoka, dan Japan Foundation archive Tokyo.  Semoga hingga ratusan tahun mendatang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh teman saya Bee Thiam dari Asian Film Archive,  di Singapura saya berkunjung ke National Archive of Singapore, saya tidak melihat film vault disini, karena mereka memisahkan film vault dari pusat arsip mereka. Tetapi oleh seorang pejabatnya saya diantar menuju ruang dimana proses preservasi dan restorasi arsip  dilakukan.&lt;br /&gt;Ada sebuah mesin digitalisasi sederhana, yang menurutnya  (hanya)  berharga 100 ribu dollar Singapura. Alat ini semacam mesin steenbeck atau mesin editing flatbed untuk seluloid 35mm dan 16mm yang bisa langsung dihubungkan dengan perekam digital maupun analog. Alat ini memudahkan proses digitalisasi dengan biaya relatif murah. Alat bermerek TCM dari Paris ini dapat menjadi satu alternatif untuk memulai proses digitalisasi koleksi Sinematek Indonesia. &lt;br /&gt;Singapura mulai melakukan proses digitalisasi dari semua produk audio visualnya baik film cerita, dokumenter maupun newsreel film. Menurut mereka copy film seluloid tetap merupakan format preservasi yang paling sempurna, karena format digital sampai saat ini masih merupakan teknologi yang terlalu muda, tidak bisa diandalkan untuk penyimpanan waktu lama. Namun proses digitalisasi penting agar master dalam bentuk seluloid tidak selalu harus dimanfaatkan untk akses publik. &lt;br /&gt;Negeri dengan kekayaan sejarah budaya yang panjang seperti Indonesia selayaknya memberi penghargaan pada sejarah filmnya. Negeri ini sedang banyak masalah memang, tapi saya yakin ini bukan hanya persoalan anggaran. Masalahnya adalah keinginan dan bagaimana melihat persoalan secara luas dengan strategi yang agung dan mencari penyelesaian realistis.  Sinematek Indonesia adalah milik bersama kita, Lingkar Sahabat Sinematek adalah satu jalan untuk menjaganya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-6731602033252646046?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/6731602033252646046/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=6731602033252646046' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/6731602033252646046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/6731602033252646046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2007/10/satu-bulan-tiga-sinematek.html' title='Satu Bulan Tiga Sinematek'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RxzBHsVOX2I/AAAAAAAAACM/UPnNwxL9gWo/s72-c/Sinematek.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-2763369003707963794</id><published>2007-10-11T06:42:00.000-07:00</published><updated>2007-10-11T07:23:24.612-07:00</updated><title type='text'>Southeast Asia Digital Cinema</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/Rw4xJwyuKnI/AAAAAAAAACE/yCALPr9azIs/s1600-h/AFA+2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/Rw4xJwyuKnI/AAAAAAAAACE/yCALPr9azIs/s320/AFA+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5120083870153058930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tanggal 5 - 10 Oktober saya berada di Singapura  atas undangan Asian Film Archive, dengan judul besar acara South East Asian Digital Cinema. Selain saya ada empat pembuat (atau komunitas) film lain yang dilibatkan, Khavn De la Cruz dari Manila, Than Chui Mui dari Kuala Lumpur, Tunnska Pansittivorakul dari Bangkok, dan Documentary filmmakers Singapura . Kegiatan utama saya adalah adalah mengarahkan workshop digital filmmaking yang diikuti  14 mahasiswa dari dua sekolah film : Nanyang Technological University, dan Putnam Film School, Lassalle University. Dalam dua hari mereka berdiskusi dengan saya kemudian saya beri mereka assignment kelompok, mereka membuat film sepanjang 3-7 menit. &lt;br /&gt;Acara yang lain adalah diskusi Indonesian Cinema bersama fellow researcher dari Asian Research Institute dari National University Singapore, dan juga diskusi public tentang film film Miles di Esplanade Library.&lt;br /&gt;Dalam 5 hari saya bertemu dengan kelompok peminat sinema di Singapura, AFA lahir sebagai lembaga arsip independen inisiatif swasta, yang memiliki concern bahwa ketika arsip hanya menjadi milik pemerintah, tentunya akan ada pula karya karya yang luput dari kepentingan koleksi pemerintah. &lt;br /&gt;Asian Research Institute adalah inisiatif beberapa cendikiawan Singapura untuk memperkaya pemahaman tentang Asia, fellow yang bertemu saya antara lain adalah Dr Stephen Teo, yang pernah menulis buku tentang Wong Kar Wai, dan menjadi bagian dari seri terbitan filmmaker dunia oleh British Film Institute. Dalam diskusi tersebut saya juga menemui banyak fellow dari antara lain Hawaii University, yang memiliki minat besar pada film Indonesia.&lt;br /&gt;Esplanade Library adalah bagian dari pusat seni Singapura Esplanade, perpustakaan yang sangat luar biasa menurut saya, karena memiliki koleksi lengkap buku jurnal terbitan berkala dan juga audia visual yang terkait dengan seni, atau khusus seni. Saya melihat juga koleksi Indonesia, bahkan buku milik D.A Peransi, atau Eddi D Iskandar tentang film Indonesia pun menjadi koleksi mereka. DVD dapat dipinjamkan pada anggota yang membayar 25dollar Singapura per-tahun. &lt;br /&gt;AFA akan bekerja sama dengan Esplanade Library untuk sebuah kamar khusus film film seni Asia, yang menurut direktur AFA Tan Bee Thiam, dapat diakses oleh para peminat film Asia, di sebuah ruang putar di perpustakaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singapura dengan inisiatif pemerintah dan warganya sendiri mempersiapkan masa depan sinema mereka dengan baik, saya pikir mungkin bukan hanya sinema Singapura tetapi juga sinema Asia secara menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang AFA dan kegiatan serial diskusi dan workshop ini dapat di akses di www.asiafilmarchive.org...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-2763369003707963794?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/2763369003707963794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=2763369003707963794' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/2763369003707963794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/2763369003707963794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2007/10/southeast-asia-digital-cinema.html' title='Southeast Asia Digital Cinema'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/Rw4xJwyuKnI/AAAAAAAAACE/yCALPr9azIs/s72-c/AFA+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-8248658751294266217</id><published>2007-10-08T07:40:00.000-07:00</published><updated>2007-10-08T09:19:10.942-07:00</updated><title type='text'>Ang Lee dan Sensor di Singapura...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwpNAhL2T-I/AAAAAAAAABc/Qi6B7j-KYrc/s1600-h/Lust+Caution.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwpNAhL2T-I/AAAAAAAAABc/Qi6B7j-KYrc/s320/Lust+Caution.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118988597763395554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya masih di Singapura...&lt;br /&gt;Ini cerita tentang film terbaru pemenang oscar sutradara terbaik asal Taiwan, Ang Lee. Lust,Caution adalah cerita tentang situasi perlawanan di zaman pendudukan Jepang di Cina di awal perang dunia (I atau II saya kurang pasti). Sekelompok mahasiswa Cina tercambuk semangatnya untuk melakukan perjuangan rahasia, mereka ingin membunuh seorang pemimpin gerakan intelejen yang berpihak pada Jepang, dimainkan oleh Tony Leung dengan mengumpan salah satu anggota mereka seorang gadis muda Tang Wei. Namun hubungan tersebut berbunga lain (love?, fury?), ditambah pula dengan situasi sado masochistis yang intens antara mereka. &lt;br /&gt;Wu Min Xiu, seorang kritikus di koran Strait Times mencak mencak melalui tulisan berjudul "Boikot versi terpotong dari Lust, Caution",  karena film tersebut diedarkan di Singapura dengan rating klasifikasi NC16, film tersebut dapat ditonton oleh penonton berusia 16 tahun keatas. Ini adalah rating film untuk remaja di Singapura. Yang menjadi persoalan adalah untuk mendapat rating tersebut Lust harus dipotong cukup banyak, dan jelas jelas ini adalah keinginan dari distributor film tersebut untuk mendapatkan penonton film berusia 16 - 21 tahun. Mungkin karena ada prospek,  salah satu karakter utama LeeHom Wang adalah Idola para remaja Hong Kong. &lt;br /&gt;Saya menontonnya di Cathai Picturehouse, sebuah bioskop yang dilengkapi dengan sebuah art house sinema, yang saya baca, selain intensitas tema, film Lust, Caution dalam versi orisinalnya mengandung beberapa adegan sex yang sangat grafik. Dengan Lust - Ang Lee kembali datang dengan film dengan tema psikologis yang menantang,  di Singapura film terakhir Ang Lee Brokeback Mountain mendapat rating R21 alias 21 tahun keatas. &lt;br /&gt;Lust Caution adalah film dengan irama yang lamban dan berat, banyak bermain dengan beban psikologis dua tokoh utama, beberapa scene justru sangat vague bahkan waktu menonton mata saya sampai agak kriyep kriyep. Saya sangat tidak menyarankan adik adik berusia 16 sampai 20 tahun menonton, toh sex scenenya pun cukup banyak dipotong.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kasus ini adalah contoh bagaimana sistem rating atau klasifikasi masih memiliki celah lemah, terutama demi tujuan komersial. Ang Lee pun berkata bahwa versi pendek ini mengurangi banyak emosi dari film tersebut. &lt;br /&gt;Namun,  walau menjengkelkan ini pula adalah satu contoh situasi yang lebih demokratis dari pola sensor, industri,  dalam hal ini distributor secara sukarela memotong film nya sendiri agar mendapat peluang penonton lebih banyak. Ironis memang tapi lebih sehat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami di MFI sedang berusaha untuk mereformasi sistem sensor film kita  agar menjadi sistem rating dan klasifikasi (LSF  Indonesia masih memotong film secara sepihak),   dengan mengambil contoh antara lain Singapura, ini adalah jalan yang panjang tapi kita harus mau mencoba, supaya cita cita menjadi negara demokrasi sesuai dengan AD ART bangsa ini tercapai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya, film ini di tata sinematografinya oleh Rodrigo Prieto yang menangani 21 grams, Motorcycle diary, dan Babel. Indah dan efektif, seperti foto foto tua dengan kadar timah kuat. Tony Leung Chiu Wai dan pendatang baru Tang Wei juga mantap...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tentang MFI silakan baca www.masyarakatfilmindonesia.org&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-8248658751294266217?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/8248658751294266217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=8248658751294266217' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/8248658751294266217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/8248658751294266217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2007/10/ang-lee-dan-sensor-di-singapura.html' title='Ang Lee dan Sensor di Singapura...'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwpNAhL2T-I/AAAAAAAAABc/Qi6B7j-KYrc/s72-c/Lust+Caution.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-5896764048944014270</id><published>2007-10-07T09:01:00.000-07:00</published><updated>2007-10-07T09:39:31.839-07:00</updated><title type='text'>Edward Yang, 6 nov '47 - 29 jun '07</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwkLuhL2T6I/AAAAAAAAAA8/5fjxLPljzDU/s1600-h/Hongkong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwkLuhL2T6I/AAAAAAAAAA8/5fjxLPljzDU/s320/Hongkong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118635345293234082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sore tadi di Borders Singapura. Saya membuka buka majalah Sight and Sound, ada sebuah obituary seorang sutradara yang saya kagumi. Ia adalah Edward Yang, sutradara asal Taiwan yang adalah angkatan Arus Baru sinema Taiwan bersama Hou Shiao Shien. Edward Yang meninggal karena kanker Juni lalu.&lt;br /&gt;Ia memulai kariernya dengan membuat sebuah film pendek berjudul "Desire" yang kemudian dijadikan omnibus berjudul In Our Time bersama 3 sutradara Taiwan lain termasuk Hou. Kemudian membuat film cerita pertamanya, That day on the Beach (1983), yang juga adalah karya sinematografi pertama Christopher Doyle. Film-nya yang lain adalah Brighter Summer Day, dan juga Mahjong. Saya menonton film terakhir Edward berjudul A one and A two  (YiYi) di London tahun 2001, film yang memberinya gelar 'best director' di Cannes 2000. Yiyi adalah kisah sensitif tentang satu keluarga, dengan berbagai generasi yang ada didalamnya. Banyak sekali hal yang tinggal di kepala saya tentang film itu, ada seorang anak yang hanya ingin memotret punggung subyeknya, ada seorang gadis remaja yang jatuh cinta pada kekasih tetangganya, ada seorang ibu yang memutuskan menjadi rabi buddha, ada seorang bapak yang memburu kembali cinta masa mudanya...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Edward Yang adalah sutradara film yang sangat spesial walaupun ia hanya membuat 7 film dalam 17 tahun kariernya.&lt;br /&gt;Saya mendengarkan "Sementara" dari Float saat menulis ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-5896764048944014270?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/5896764048944014270/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=5896764048944014270' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/5896764048944014270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/5896764048944014270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2007/10/edward-yang-6-nov-47-29-jun-07.html' title='Edward Yang, 6 nov &apos;47 - 29 jun &apos;07'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwkLuhL2T6I/AAAAAAAAAA8/5fjxLPljzDU/s72-c/Hongkong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-1194487721151833448</id><published>2007-10-06T10:24:00.000-07:00</published><updated>2007-10-07T09:55:16.896-07:00</updated><title type='text'>Rasa Sayang, Sayange...</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwkPaBL2T8I/AAAAAAAAABM/yWk-KwyKsAY/s1600-h/Fukuoka+Jungkit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwkPaBL2T8I/AAAAAAAAABM/yWk-KwyKsAY/s320/Fukuoka+Jungkit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5118639391152426946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari lalu kita mendengar ribut ribut kalau pemerintah kita (atau menterinya tok ya?) ingin menjajaki kemungkinan menuntut pemerintah malaysia yang menggunakan lagu rasa sayang sayange sebagai lagu promo pariwisatanya. Saya geli saja kenapa soal (kampungan) begini menjadi berita begitu penting.&lt;br /&gt;September tahun lalu saya diundang ke Fukuoka Fokus on Asia Film Festival, dan dalam malam pesta penutupan saya duduk berdamping dengan sutradara Singapura - Royston Tan. Malam itu semua pembuat film yang menjadi tamu festival diminta menyumbang keahlian bernyanyi/menari atau apalah. Royston membawa sebotol vodka, sedikit sedikit dituangnya pula ke gelas saya..., giliran dia tiba, ia menyanyi : Rasa Sayang Sayange...&lt;br /&gt;September tahun ini saya kembali diundang ke Fukuoka, bila tahun lalu saya membawa Gie, tahun ini saya membawa 3 Hari untuk Selamanya. Memang tidak ada malam pesta penutupan seperti tahun lalu, dan tidak ada Royston. Tapi saya diundang wawancara radio kesebuah radio kota di Fukuoka. Setelah setengah jam bicara, sebagai penutup dan penghormatan kepada tamu, penyiar dengan bangga mengatakan akan memutar sebuah lagu Indonesia, tapi sudah begitu populer dan diberi lirik jepang, dan terdengarlah lagu itu mengudara : Rasa Sayang Sayange...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pak menteri biarkan saja lagu itu populer sebagai lagu rumpun bersama kita, toh tak ada ruginya, kita bisa senang senang punya sesuatu yang dimiliki bersama sesama Asia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihat Ambon dari jauh, rasa sayang sayange.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P.S : Fukuoka Fokus on Asia Film Festival kini berganti menjadi Fokus on Asia International Film Festival, setelah direktur festival selama 16 tahun, kritikus Tadao Sato mengundurkan diri tahun lalu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-1194487721151833448?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/1194487721151833448/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=1194487721151833448' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/1194487721151833448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/1194487721151833448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2007/10/rasa-sayang-sayange.html' title='Rasa Sayang, Sayange...'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwkPaBL2T8I/AAAAAAAAABM/yWk-KwyKsAY/s72-c/Fukuoka+Jungkit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5725300271157115207.post-2076574904030534407</id><published>2007-10-05T20:29:00.000-07:00</published><updated>2007-10-09T08:39:37.132-07:00</updated><title type='text'>Akhirnya saya nge-BLOG</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwpcBxL2UBI/AAAAAAAAAB0/14TIYs_Sa8I/s1600-h/DSC_0127.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwpcBxL2UBI/AAAAAAAAAB0/14TIYs_Sa8I/s320/DSC_0127.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5119005111912648722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa... Setelah dicemplungin ke Facebook oleh Mira (The Lesmana One), akhirnya saya mencemplungkan diri ke kawasan blogging. Saya bisalah dikatakan mencoba, mungkin kebetulan karena ada di negeri yang koneksi internetnya maha cepat... setting menjadi mudah. Saya sudah sering browsing membaca baca blog teman teman dan terutama kakak saya Mo Riza, yang memiliki blog menarik tentang kursi, www.chairama.blogspot.com. So saya akan berkomentar melalui tulisan, membiasakan diri menuangkan pikiran, sambil sedikit memajang foto foto yang banyak saya simpan.&lt;br /&gt;Semoga ada gunanya ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5725300271157115207-2076574904030534407?l=riririza.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://riririza.blogspot.com/feeds/2076574904030534407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5725300271157115207&amp;postID=2076574904030534407' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/2076574904030534407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5725300271157115207/posts/default/2076574904030534407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://riririza.blogspot.com/2007/10/growing-young.html' title='Akhirnya saya nge-BLOG'/><author><name>RIRI RIZA</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01941512025339741901</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_f_sx1Qr0J_M/RwpcBxL2UBI/AAAAAAAAAB0/14TIYs_Sa8I/s72-c/DSC_0127.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
